Anda berhati2 belum tentu yang lain

Anda berhati2 belum tentu yang lain.

Kita semua pasti masih ingat dengan baik kronologi kejadian tabrakan di halte tugu tani pada hari minggu, 22 januari yang lalu. Kejadian tersebut diberitakan dengan hebohnya di surat kabar maupun di TV, seakan2 kita semua disadarkan bahwa dalam kehidupan ini kita selalu dihadapkan pada kehidupan yang serba tidak pasti, hidup selalu dihadapkan pada kemungkinan hidup dan mati ( 50% hidup dan 50% meninggal ).

Ada sebuah pernyataan dari keluarga korban yang sangat menyentak adalah : “hidup anak tunggalnya itu bukan di ambil oleh Tuhan sang pencipta tetapi justru diambil oleh orang sekitarnya”. Pernyataan ini mungkin saja mengandung emosi yang berlebihan, tetapi dibalik pernyataan itu mengandung makna yang sangat mendalam di dalam kehidupan kita.

Mari kita coba merenung sebentar, apakah kejadian di tugu tani itu merupakan takdir yang harus diterima oleh orang2 yang tertabrak itu ataukah sebenarnya terjadi karena serangkaian peristiwa kelalaian yang dijalani oleh seorang Afriyani Susanti???

Mereka para pejalan kaki maupun penunggu bus di halte telah mematuhi peraturan dengan berjalan di trotoar jalan, yang memang diperuntukkan untuk pejalan kaki, para penumpang bus menunggu bus di halte, mereka semua berhati-hati agar mereka menjadi selamat, tapi apa lacur, seorang yang tanpa SIM dan STNK mengemudi dibawah pengaruh alcohol dan narkoba melaju dengan kencangnya dan melanggar semua peraturan lalu lintas dan menghantam semua yang telah berhati-hati agar mereka selamat. Apakah itu namanya takdir atau kehidupan kita yang selalu dihadapkan pada kemungkinan 50-50 dalam semua kegiatan kehidupan kita?

Seorang filsuf mengatakan bahwa yang pasti dalam hidup kita hanyalah perubahan. Pernyataan ini disadari atau tidak terjadi dalam kehidupan kita. Lalu apa yang perlu kita lakukan agar kita mempunyai persiapan seandainya kita adalah pejalan kaki yang berhati-hati atau penumpang bus yang telah menaati peraturan dengan menunggu bus di tempatnya? Apa yang menjadi persiapan kita apabila hal-hal yang tidak dalam perencanaan kita terjadi?

Pengalaman adalah guru terbaik dalam kehidupan, tetapi Anda juga dapat menjadikan pengalaman orang lain untuk memperkaya kehidupan Anda tanpa Anda perlu mengalaminya sendiri. Kejadian tabrakan maut di tugu tani harusnya menyadarkan kita bahwa persiapan atau perencanaan yang baik dalam kehidupan yang serba tidak pasti akan jauh lebih bijaksana.

Sudahkah Anda merencanakan dengan baik kehidupan Anda dan keluarga Anda? Takdir Anda akan lebih baik apabila Anda melakukan perencanaan dengan baik dan benar. Rencanakan hari ini, lakukan rencana Anda, dan nikmati kehidupan yang lebih baik ke depannya.

Salam,

Liaw Budianto, SE, AChFP

Financial Practitioner

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s