Asuransi Unitlink bagaikan selingkuh ?!

Untuk yang akhir-akhir ini pernah main ke bank dan ngobrol dengan bagian Customer Service, kemungkinan besar ditawarkan sebuah produk berjenis Unit Link. Dengan kemasan dan dengan nama apapun. Intinya tetap unitlink. Atau malah ada anggota keluarganya yang menjadi agen dari sebuah perusahaan asuransi tertentu? Dan bolak-balik menawarkan Unitlink? Sebenarnya, makhluk apakah unitlink?

UnitLink adalah sebuah produk keuangan yang menggabungkan antara 2 produk keuangan, yaitu antara Asuransi dengan Investasi serupa Reksadana. Kami para Perencana Keuangan Independen atau Financial Planner, berulang kali menyatakan bahwa kami tidak menyarankan produk UnitLink ini, baik untuk kebutuhan proteksi ataupun investasi. Kenapa? Ingat, handphone yang memiliki kamera 8 megapiksel, masih tetap belum bisa mengalahkan kualitas kamera DSLR dengan ukuran megapiksel yang sama. Tidak maksimal, hingga akhirnya anda memutuskan tetap membeli kamera DSLR khusus. Sabun mandi yang mengandung moisturizer tetap tidak akan melembabkan kulit anda dengan maksimal, hingga pada akhirnya anda harus membeli body lotion khusus untuk melembabkan kulit anda sepanjang hari. Betul?

Mari kita masuk ke ilustrasi cinta. Karena saya tahu anda pasti lebih memahaminya dengan bahasa cinta. Jadi UnitLink itu seperti ini sederhananya: Anda memiliki seorang pacar. Pacar yang cantik/ganteng rupawan nan paripurna. Tapi, anda merasa dengan ke-rupawan-an mereka, posisi anda sangat mudah untuk direbut orang lain. Lalu, anda berpikir, “coba cari ‘serep’ aah.. Buat jaga-jaga kalo dia nyangkut sama orang lain.” Anda mencari dan dapatlah seorang pasangan kedua yang mungkin tidak se-rupawan pasangan pertama anda. Aspek lainnya, hampir sama sempurnanya dengan yang pertama. Percaya diri anda meningkat karena merasa posisi anda sudah aman dengan adanya dua wanita tersebut di hidup anda. Seminggu berjalan menyenangkan. Dua minggu berjalan lancar saja. Pasangan pertama tidak tahu. Pasangan kedua pun begitu. Aman.

Masuk bulan kedua, anda mulai kewalahan. Pasangan pertama sedang sakit, membutuhkan perhatian anda. Di saat yang sama, pasangan yang kedua menghadapi masa-masa buruk, dimarahin bos di kantor, dan membutuhkan waktu anda untuk curhat. Ketika anda sedang menjenguk dan menemani pasangan pertama di Rumah Sakit, pasangan kedua menelepon minta ditemani ke coffee shop untuk curhat, padahal anda baru 5 menit di Rumah Sakit. Akhirnya anda ambil jalan tengah, curhat via telepon dengan pasangan kedua, tanpa meninggalkan Rumah Sakit. Pasangan pertama yang sedang sakit mulai risih karena anda sibuk teleponan, tidak fokus menemani dirinya. Pasangan kedua pun protes karena anda seperti tidak fokus ketika ngobrol di telepon. Hingga akhirnya, pasangan kedua mendengar suara omelan dari pasangan pertama via telepon. Posisi anda kritis. Hingga akhirnya terbongkar semuanya. Keduanya putus dari anda.

Ketika anda memiliki sesuatu yang terdiri dari kombinasi antara 2 hal, kemungkinan sesuatu tersebut tidak akan memberikan hasil yang maksimal seperti yang anda harapkan. Karena tidak fokus memberikan apa yang anda harapkan. Dengan anda memiliki 2 pacar sekaligus, memang anda mendapatkan semua yang anda butuhkan. Tapi, apakah anda bisa fokus memberikan kasih sayang kepada keduanya? Rasanya tidak. Kemungkinan, salah satu dari mereka akan memutuskan anda, jika tidak keduanya sekaligus.

Dengan memiliki UnitLink yang berisi kombinasi antara “pacar pertama” yaitu asuransi dengan “pacar kedua” yaitu investasi, anda berharap mendapatkan manfaat yang maksimal dari keduanya. Namun, pada akhirnya anda akan merasakan betapa mereka tidak fokus dalam mempersiapkan proteksi dan investasi anda. Dan andapun “putus” dengan mereka dengan puluhan juta kerugian yang sudah anda keluarkan dan caci maki kepada produk tersebut.

Intinya adalah fokuslah! Jika anda membutuhkan proteksi, beli asuransi jiwa murni. Jika anda butuh investasi, belilah produk investasi murni. Memang sedikit lebih repot, tapi setidaknya maksimal. Toh, anda kadang rela repot demi hubungan yang harmonis dan langgeng kan?

sumber : http://avidwiputra.com/?p=329